Penulis : Raihanna Aurelliaa Salsabilla (SMPN 1 PURWOSARI)
Kalau ngomongin budaya Bojonegoro, pasti nggak bisa lepas dari yang namanya Tari Thengul. Tari ini unik banget karena lahir dari tradisi rakyat dan sampai sekarang masih sering ditampilkan di acara-acara penting.
Awalnya, Tari Thengul terinspirasi dari Wayang Thengul, yaitu wayang kayu khas Bojonegoro yang bentuknya lucu dan wajahnya ekspresif. Dari situlah muncul ide untuk bikin tarian yang menirukan gerakan wayang, tapi dibawakan oleh manusia. Jadi, bisa dibilang Tari Thengul adalah “versi hidup” dari Wayang Thengul.
Sejarahnya, tarian ini sudah ada sejak zaman dulu, sekitar abad ke-19. Waktu itu, masyarakat Bojonegoro sering menampilkan Wayang Thengul di acara hajatan atau selamatan desa. Nah, supaya pertunjukan lebih rame dan meriah, dibuatlah Tari Thengul yang gerakannya ceria, lincah, dan penuh humor. Penarinya biasanya pakai kostum warna-warni dengan riasan wajah yang kocak, biar mirip dengan tokoh wayang kayu.
Filosofi dari Tari Thengul juga keren. Dalam bahasa Jawa, ada pepatah “Wong urip iku kudu thengul”, yang artinya manusia itu harus bangkit, semangat, dan nggak gampang nyerah. Jadi setiap gerakan tari ini melambangkan keceriaan, semangat hidup, dan kebersamaan masyarakat. Nggak heran kalau tari ini sering bikin penonton ketawa senang, karena pesan utamanya memang tentang kebahagiaan.
Sekarang, Tari Thengul sudah jadi ikon budaya Bojonegoro. Kalau ada acara besar seperti festival budaya, karnaval, atau penyambutan tamu penting, Tari Thengul hampir selalu ditampilkan. Bahkan, tarian ini pernah dibawa ke luar daerah sebagai perwakilan seni Bojonegoro.
Berbicara tentang kebudayaan Bojonegoro, tidak lengkap rasanya tanpa menyebut *Tari Thengul*. Tarian ini memiliki keunikan tersendiri karena lahir dari tradisi rakyat dan hingga kini masih sering ditampilkan dalam berbagai acara penting, baik di tingkat lokal maupun nasional.
Tari Thengul terinspirasi dari *Wayang Thengul*, yaitu wayang kayu khas Bojonegoro yang dikenal dengan bentuknya yang lucu dan ekspresi wajah yang hidup. Dari inspirasi tersebut, muncullah ide untuk menciptakan sebuah pertunjukan tari yang menirukan gerakan wayang, tetapi dimainkan oleh manusia. Dengan kata lain, *Tari Thengul merupakan representasi “hidup” dari Wayang Thengul*, yang menghidupkan tokoh-tokoh wayang dalam bentuk tarian yang dinamis
Pada akhirnya “Tari Thengul bukan hanya sebuah pertunjukan tari” tetapi juga wujud identitas budaya masyarakat Bojonegoro. Lewat tarian ini, masyarakat diajak untuk selalu menjalani hidup dengan semangat, keceriaan, serta sikap saling menghibur dan menguatkan satu sama lain. Oleh karena itu, melestarikan Tari Thengul berarti menjaga jati diri budaya lokal yang sarat makna dan nilai-nilai kehidupan.


