Penulis : Fitri Aulia Ramadani (SMPN 1 Ngasem)
Literasi merupakan fondasi utama dalam membangun kualitas sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing. Literasi tidak hanya sekadar kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup kemampuan memahami, menafsirkan, serta menggunakan informasi secara efektif dalam kehidupan sehari-hari. Dengan literasi yang baik, seseorang dapat berpikir kritis, mengambil keputusan dengan bijak, dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Masyarakat yang memiliki tingkat literasi tinggi akan mampu berpikir rasional, mengambil keputusan bijak, serta berpartisipasi aktif dalam pembangunan.
Dalam konteks bangsa, literasi menjadi kunci kemajuan. Negara yang masyarakatnya memiliki tingkat literasi tinggi akan lebih mudah berkembang dalam bidang pendidikan, ekonomi, dan teknologi. Sebaliknya, rendahnya literasi dapat menghambat pembangunan dan memperlebar kesenjangan sosial. Sayangnya, tingkat literasi di Indonesia masih tergolong rendah. Berdasarkan berbagai survei internasional, minat baca masyarakat Indonesia berada di bawah rata-rata. Hal ini menjadi tantangan besar dalam meningkatkan mutu pendidikan nasional. Padahal, budaya membaca merupakan pintu awal menuju kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Upaya peningkatan literasi harus dilakukan sejak dini. Sekolah berperan penting dalam menumbuhkan kebiasaan membaca melalui kegiatan literasi harian, penyediaan pojok baca, dan lomba menulis kreatif. Orang tua pun dapat ikut andil dengan memberikan contoh gemar membaca di rumah. Pemerintah juga perlu memperluas akses buku berkualitas, terutama di daerah terpencil.
Dengan membangun budaya literasi yang kuat, bangsa Indonesia akan memiliki generasi yang cerdas, kritis, kreatif, dan berkarakter. Literasi adalah kunci untuk membuka gerbang kemajuan menuju masa depan yang lebih sejahtera.


