Penulis : Devinta Hasni Fauziah (SMPN 1 Ngasem)
Literasi dapat didefinisikan sebagai kemampuan seseorang untuk membaca, menulis, memahami, dan mengolah informasi menjadi pengetahuan yang bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari. Namun, di era modern saat ini, literasi tidak hanya terbatas pada keterampilan membaca dan menulis. Literasi telah berkembang mencakup berpikir kritis, pemahaman kontekstual, serta pemanfaatan teknologi dan informasi secara bijaksana. Keterampilan literasi sangat penting bagi kemampuan individu untuk beradaptasi dan meraih kesuksesan dalam menghadapi arus informasi global yang semakin cepat.
Kemampuan memahami informasi sangat penting dalam setiap aspek kehidupan. Oleh karena itu, literasi berfungsi sangat penting dalam kehidupan modern. Pada dunia pendidikan, literasi merupakan syarat utama yang harus ditempuh siswa dalam setiap pelajaran. Untuk dunia kerja, literasi adalah kemampuan yang berperan dalam komunikasi, pengambilan keputusan, serta dalam menyelesaikan masalah yang tepat. Selain itu, literasi juga berperan penting dalam membentuk karakter bijak dan kritis terhadap sosial. Seseorang yang berkehidupan literasi baik cenderung lebih rasional, terbuka terhadap perbedaan, dan tidak mudah terprovokasi.
Majunya teknologi dan internet membuat literasi digital tak bisa dipisahkan dari kehidupan booming masyarakat sekarang. Menggapai puncak literasi digital tidak bisa hanya menggunakan dan mengoperasikan teknologi. Mengasah literasi digital memerlukan kepedulian dan kemampuan menggunakan dan mengelola berbagai informasi yang bertanggung secara legal dan etika. Contohnya, seseorang harus bisa mengidentifikasi dan mengasah informasi yang tidak benar, mengontrol dan memelihara privasi informasi digital, dan beretika menggunakan media sosial. Mengasah literasi digital mendorong masyarakat supaya tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi berperan positif dan produktif dengan memproduksi konten yang bermanfaat.
Mengasah literasi budaya, dan beragam budaya yang ada di masyarakat juga diakui sebagai literasi modern. Literasi budaya memfasilitasi seseorang paham dan memahami nilai, norma, dan keberagaman yang ada di masyarakat. Memahami nilai budaya dan norma masyarakat sendiri, dan yang berbeda dengan budaya dan masyarakat orang lain, seseorang bisa mendorong konsentrasi toleransinya. Mengahadapi dunia yang semakin mengglobal dan multikultural, menciptakan pergeseran literasi positif. Memperkuat identitas nasional merupakan sikap yang tidak canakan tanpa mereduksi diri dari pengaruh budaya global.
Memperoleh literasi adalah tanggung jawab setiap orang, tidak hanya sekolah ataupun guru. Keluarga, masyarakat, dan pemerintah pun mempunyai andil dalam hal ini. Sebagai contoh, orang tua bertugas membentuk tradisi membaca dalam keluarga. Di lain pihak, pemerintah bertanggung jawab dalam hal penyediaan literasi yang berkualitas dan terjangkau. Kegiatan masyarakat pun seharusnya tidak kalah berperan, seperti dengan mendirikan taman bacaan, menyelenggarakan diskusi buku, ataupun program literasi yang lain. Dengan kerjasama yang baik, masyarakat pun mendapatkan peningkatan dalam literasi.
Literasi merupakan kunci untuk mencapai masyarakat yang cerdas, kritis, dan berdaya saing. Di zaman yang serba cepat dan dengan informasi yang melimpah, literasi menjadi tameng untuk melindungi individu dari kebingungan informasi. Dengan menguatkan dan menumbuhkan budaya literasi, kita tidak hanya mencetak generasi yang pintar, tetapi juga generasi yang bijak, beretika, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

