Penulis : WARDASSALISA AMBALIKA (SMPN 1 GAYAM)
Pernahkah kalian merasa bahwa waktu berjalan begitu cepat? Hari berganti begitu saja, bulan melintas tanpa terasa, dan tiba-tiba kita sudah berada jauh dari masa yang dulu pernah membuat kita tertawa ataupun menangis. Kalian juga pasti merasa hidup ini singkat? Huftt…itu semua terjadi karena terkadang kita terlalu sibuk mengejar banyak hal seperti prestasi, kebahagiaan, pengakuan, pekerjaan, harta bahkan sampai lupa bahwa waktu diam-diam sedang memeluk kita dengan caranya sendiri.\
Maksud dalam arti waktu memeluk kita adalah saat kita sadar bahwa waktu berjalan dengan cepat dan singkat. Padahal sudah jelas waktu ada di dekat kita bahkan memeluk kita, hanya saja kita terlalu sibuk dengan urusan didunia ini hingga kita tidak bisa melihat atau merasakan bahwa waktu yang ada, selalu memeluk kita.
Waktu memang tidak pernah berbicara, tapi ia selalu mengajarkan sesuatu. Ia tidak pernah berhenti, tapi selalu memberi kesempatan baru. Dalam setiap detiknya, waktu membawa pesan tentang kesabaran, kehilangan, pertemuan, serta pertumbuhan. Ia seperti pelukan yang lembut, tak terlihat namun terasa hangat bagi mereka yang mau berhenti sejenak dan menyadarinya.
Coba pikirkan sejenak, berapa banyak hal yang dulu membuat kita sedih tapi kini hanya jadi kenangan yang membuat kita tersenyum? Berapa banyak kegagalan yang dulu terasa menyakitkan, tapi sekarang justru menjadikan kita lebih kuat dan bijak? Dari situlah kita tahu bahwa waktu tidak pernah berniat menyakiti siapa pun. Ia hanya sedang mendewasakan kita lewat proses yang pelan tapi pasti. Ia hanya sedang menjalankan tugasnya menjadi waktu bagi kita yang hidup di dunia penuh ambisi…padahal seharusnya hidup itu dinikmati bukan untuk saling berambisi.
Waktu juga mengingatkan kita bahwa tidak semua hal harus cepat. Kadang, yang indah memang butuh waktu untuk tumbuh. Seperti bunga yang tidak bisa mekar dalam semalam dan tak mungkin pohon yang baru ditanam langsung berbuah. Begitu juga kita sebagai manusia, semua jalanan hidup butuh proses. Dalam diamnya waktu, kita belajar menenangkan diri, memahami bahwa setiap langkah punya maknanya sendiri, dan setiap luka akan sembuh sendiri di saat waktu yang tepat menyapa luka tersebut untuk menyembuhkannya.
Intinya? Di zaman digital seperti sekarang, semua hal terasa ingin serba cepat, bukan? Kita ingin segera viral, cepat dikenal, cepat berhasil. Padahal, keindahan hidup justru sering hadir di sela-sela kesabaran dan proses panjang itu sendiri. Dunia digital boleh berlari kencang, tapi kita tetap perlu waktu untuk berhenti, bernapas, istirahat sejenak, dan merenungkan apa yang perlu direnungkan.
Maka, sebelum waktu berlalu terlalu jauh, berhentilah sejenak untuk menghargainya. Jangan biarkan hari-hari berlalu tanpa makna, karena waktu yang kita sia-siakan takkan pernah kembali, meski sedetik saja. Dan ingatlah pada waktu, karena tanpa waktu kita tidak akan pernah tahu apa itu kenangan dan masa. Entah itu masa lalu ataupun masa depan.
Karena sejatinya, waktu tidak pernah benar-benar pergi dari kita. Jadi, hargailah waktu karena faktanya waktu hanya terus berjalan, merangkul kita dengan lembut sambil berbisik pelan:
“Jangan lupakan waktu, tetaplah tenang, percaya pada waktu bahwa kamu tidak akan tertinggal sendirian, kamu hanya sedang dipeluk dan dipersiapkan oleh waktu untuk mekar indah di saat waktu yang paling indah.”


