Penulis : Rafa Aditya Putra (SMPN 1 Gayam Bojonegoro)
Perkembangan teknologi informasi telah membawa kita pada era baru di mana dunia digital menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Media sosial, aplikasi pesan singkat, dan berbagai platform digital kini tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan, tetapi juga ruang untuk berekspresi, belajar, dan membangun jejaring. Namun, kebebasan yang ditawarkan dunia maya sering kali disalahgunakan. Tidak jarang kita temui ujaran kebencian, penyebaran hoaks, maupun perundungan siber yang justru merugikan banyak pihak.
Di sinilah pentingnya menghadirkan konten positif. Konten positif adalah segala bentuk unggahan yang bernilai baik, mendidik, menghibur tanpa merugikan orang lain, serta memberi inspirasi. Membiasakan diri untuk menghadirkan konten semacam ini tidak hanya menjaga kesehatan ekosistem digital, tetapi juga mencerminkan kepribadian kita sebagai pengguna internet yang beretika.
Terdapat beberapa alasan mengapa konten positif harus menjadi prioritas generasi muda. Pertama, konten positif menciptakan suasana ruang digital yang lebih sehat dan kondusif. Kedua, konten positif mampu memberikan manfaat nyata, baik berupa pengetahuan, semangat, maupun hiburan yang mendidik. Ketiga, konten positif menjadi cermin jati diri. Apa yang kita unggah hari ini akan menjadi jejak digital yang bisa dilihat di masa mendatang, bahkan memengaruhi bagaimana orang lain menilai diri kita.
Generasi muda sebagai pengguna aktif media digital memiliki peran penting dalam mewujudkan ruang maya yang lebih baik. Mengunggah karya pribadi, berbagi pengalaman belajar, menuliskan gagasan inspiratif, atau sekadar memberikan komentar yang santun adalah langkah-langkah sederhana yang dapat menghadirkan konten positif.
Dengan demikian, literasi digital bukan hanya kemampuan untuk menggunakan teknologi, melainkan juga kesadaran untuk memanfaatkannya secara bijak. Dunia maya ibarat cermin: semakin baik yang kita tampilkan, semakin baik pula citra yang akan kembali kepada kita. Oleh karena itu, mari kita jadikan konten positif sebagai budaya bersama. Sebab satu unggahan yang baik dapat memberi dampak luas, dan menjadi warisan digital yang membanggakan bagi generasi kita. Literasi digital bukan sekadar mampu menggunakan teknologi, tapi bagaimana kita bijak, kritis, dan bertanggung jawab dalam memanfaatkannya.


