Penulis : Oktaf Novya Maharani (SMPN 1 Gayam)
Teman-teman, pernah nggak kalian iseng buka postingan lama sendiri di media sosial? Kadang lucu, kadang malu, bahkan ada yang bikin kita mikir, “kok dulu aku bisa nulis kayak gini ya?” Nah, itulah yang disebut jejak digital. Apa yang kita posting bakal tersimpan, dan bisa dilihat lagi kapan pun.
Karena itu, penting banget buat kita milih apa yang mau ditinggalkan di dunia maya. Bukan sekadar posting asal-asalan, tapi konten positif yang bisa bikin orang lain merasa senang, semangat, atau bahkan belajar sesuatu.
Konten positif itu nggak ribet. Bisa sesederhana:
• Upload foto hasil karya, kayak gambar, tulisan, atau video editan sendiri.
• Bikin cerita yang menghibur tapi nggak merendahkan orang lain.
• Nulis caption singkat yang memotivasi.
• Atau sekadar ngasih komentar suportif di postingan teman.
Kenapa kita harus peduli? Karena dunia digital sekarang jadi bagian besar dari kehidupan kita. Kalau isinya penuh kebencian, hoaks, dan ejekan, siapa sih yang betah? Tapi kalau kita isi dengan hal-hal positif, media sosial bisa jadi tempat yang bikin betah dan bermanfaat.
Bayangin kalau semua siswa di sekolah kita kompak bikin konten positif. Timeline kita bakal penuh dengan hal-hal keren, inspiratif, dan menyenangkan. Kita juga bisa lebih dikenal sebagai generasi muda yang kreatif sekaligus bijak.
Jadi yuk, mulai dari sekarang kita sama-sama pilih: mau ninggalin jejak negatif yang bikin nyesel, atau jejak positif yang bisa jadi kebanggaan. Dunia maya ada di genggaman kita, mari gunakan untuk hal yang baik.

