Penulis : Nariswari Cahyaningrum Yunsu Putri (SMP Negeri 1 Kalitidu)
Dalam sejarah Islam, banyak sahabat Nabi Muhammad SAW yang terkenal karena keimanan dan keteladanannya. Namun, ada satu sahabat yang dikenal bukan hanya karena imannya, tapi juga karena sifatnya yang lucu dan menghibur. Ia adalah Nuaiman bin Amr, sahabat Rasulullah yang kisah-kisahnya sering membuat orang tertawa, termasuk Rasulullah sendiri.
Salah satu kisah paling terkenal dari Nuaiman terjadi ketika Abu Bakar Ash-Shiddiq hendak pergi berdagang ke negeri Syam. Beliau meminta izin kepada Rasulullah SAW untuk mengajak dua sahabatnya, yaitu Nuaiman bin Amr dan Suaibit bin Harmalah. Dalam perjalanan, Abu Bakar memberikan tugas kepada Suaibit untuk menjaga makanan, karena ia dikenal sebagai orang yang sangat amanah. Sedangkan kepada Nuaiman, Abu Bakar membiarkannya bebas melakukan apa pun yang ia mau.
Setelah menempuh perjalanan panjang, Nuaiman mulai merasa lapar. Ia pun meminta makanan kepada Suaibit. “Wahai Suaibit, aku lapar. Berikan aku sedikit roti,” katanya. Namun Suaibit menolak dengan lembut, “Maaf, Nuaiman Abu Bakar berpesan agar makanan ini tidak dimakan sebelum beliau datang kita tunggu belau ya Nuaiman.”
Nuaiman pun kesal. Ia mengancam akan membuat masalah jika tidak diberi makanan, tapi Suaibit tetap teguh pada amanahnya.
Karena kesal dan lapar, Nuaiman pun punya ide konyol. Ia pergi ke pasar dan mendatangi tempat penjualan budak. Dengan wajah serius, ia berkata kepada para penjual, “Aku punya seorang budak yang ingin aku jual dengan harga murah, hanya dua puluh dirham saja.”
Para pedagang kaget, sebab harga budak saat itu bisa mencapai ratusan dirham. Nuaiman menjelaskan alasannya, “Dia punya satu kekurangan kalau kalian mau membelinya, jangan heran kalau dia berteriak ‘Aku orang merdeka!’. Memang begitu kebiasaannya.”
Para penjual pun percaya. Mereka mengikuti Nuaiman menuju tempat Suaibit yang sedang duduk menjaga makanan. Saat mereka sampai, Nuaiman menunjuk ke Suaibit sambil berkata, “Itulah budakku!”
Suaibit langsung terkejut dan berteriak, “Aku bukan budak! Aku orang merdeka!” Tapi karena sudah diperingatkan oleh Nuaiman, para penjual mengira itu hanya alasan dan tetap menyeret Suaibit pergi. Mereka pun membayar dua puluh dirham kepada Nuaiman.
Dengan uang itu, Nuaiman membeli makanan, minuman, dan hadiah untuk Rasulullah SAW. Ketika Abu Bakar kembali dan mendapati Suaibit tidak ada, beliau bertanya, “Ke mana Suaibit?” Dengan santainya Nuaiman menjawab, “Sudah saya jual, wahai Abu Bakar.”
Abu Bakar sempat bingung, tapi begitu mendengar cerita lengkapnya, beliau malah tertawa . Akhirnya, Suaibit ditebus kembali dan dibebaskan.
Ketika kisah ini diceritakan kepada Rasulullah SAW, beliau juga tertawa sampai dikatakan bahawagigi geraham beliau samapai terlihat. Bahkan Rasulullah sering menceritakan kembali kisah ini kepada para sahabat lain dan para pendatang yang baru belajar Islam.
Melalui kisah lucu ini, kita bisa belajar bahwa humor juga bagian dari kepribadian yang baik, selama tidak menyakiti orang lain. Nuaiman menunjukkan bahwa menjadi seorang Muslim bukan berarti harus selalu serius kita juga bisa ceria, lucu, dan tetap beriman kuat kepada Allah SWT.


