Penulis : Ngesti Reni Ningsih (SMPN 1 Gayam)
Di sebuah hutan yang luas dan rimbun, hiduplah seekor Kepingan Salju yang unik. Ia tidak seperti kepingan salju lainnya yang hanya singgah sebentar dan kemudian meleleh. Kepingan Salju ini memiliki keinginan untuk berpetualang dan menemukan sesuatu yang berarti. Suatu hari, ia terbang melintasi hutan dan terhenti di sebuah padang rumput. Di sana, ia melihat sekelompok anak-anak sedang bermain dengan riang gembira.
Kepingan Salju merasa kagum dengan tawa dan kebahagiaan mereka. Ia pun memutuskan untuk terbang mendekat. Anak-anak itu terkejut melihat Kepingan Salju yang begitu besar dan bersinar. Seorang anak bernama Maya memberanikan diri untuk mengulurkan tangan. Tiba-tiba, Kepingan Salju melompat ke tangan Maya, dan mereka pun mulai berkenalan. Kepingan Salju menceritakan mimpinya untuk melihat dunia luar, sementara Maya dan teman-temannya berbagi cerita tentang petualangan mereka di dalam hutan.
Sejak hari itu, Kepingan Salju dan anak-anak itu menjadi sahabat. Mereka menghabiskan waktu bersama setiap hari. Kepingan Salju akan membawa anak-anak terbang melewati puncak pepohonan, sementara mereka akan mengajarkannya tentang berbagai jenis bunga dan hewan yang hidup di hutan. Mereka juga seringkali menari dan bermain salju bersama, menciptakan keajaiban di tengah hutan.
Suatu ketika, datanglah kabar bahwa musim salju akan segera berakhir dan matahari akan bersinar lebih terik. Kepingan Salju mulai khawatir. Ia takut akan meleleh dan tidak bisa lagi bermain dengan sahabat-sahabatnya. Maya dan teman-temannya pun ikut sedih. Namun, seorang anak bernama Bimo memiliki ide cemerlang.
“Bagaimana jika kita mencari tempat yang sangat dingin agar kamu tidak meleleh, Kepingan Salju?” usul Bimo.
Anak-anak itu pun setuju. Mereka mencari dan menemukan sebuah gua es yang tersembunyi di balik air terjun. Gua itu dingin sekali, dan cahaya matahari tidak bisa masuk ke dalamnya. Kepingan Salju merasa sangat senang. Ia memutuskan untuk tinggal di gua es itu, di mana ia akan selalu aman dan bisa terus bermain dengan sahabat-sahabatnya.
Setiap kali musim dingin tiba, anak-anak itu akan datang ke gua es untuk menjenguk Kepingan Salju. Mereka membawa cerita-cerita baru dan membawakannya makanan kesukaannya. Kepingan Salju pun tetap menjadi sahabat yang setia, selalu menanti kedatangan teman-temannya. Kisah persahabatan mereka menjadi legenda di hutan itu, sebuah bukti bahwa persahabatan dapat tumbuh di tempat yang paling tidak terduga
