Lentera Literasi Bojonegoro
  • Beranda
  • Tentang Lentera Literasi
  • Akses Pojok Baca Digital
  • Dari Gentera!
No Result
View All Result
Lentera Literasi Bojonegoro
  • Beranda
  • Tentang Lentera Literasi
  • Akses Pojok Baca Digital
  • Dari Gentera!
No Result
View All Result
Lentera Literasi Bojonegoro

CHATGPT: Kemudahan atau Ancaman? Mengupas Tuntas Dampak Negatifnya

Lentera Literasi by Lentera Literasi
4 months ago
in Karya Tulis Gentera
0
Punya Temen Luar Negeri? Seru Banget Loh!
0
SHARES
55
VIEWS
Share on WhatsappShare on XGet QR Code

Penulis : Kirana Kansha Hanifa (SMPN 1 Padangan Bojonegoro)

Saat kesusahan menjawab sebuah pertanyaan yang tidak ada di bacaan atau pikiran, apa yang pertama kali akan kita lakukan? bagi sebagian orang tentu akan mencari jawabannya di Google atau yang populer akhir akhir ini dengan bantuan Al, salah satunya chatGPT. Sebagian orang menganggap ini sebagai kemudahan di kala kesulitan. Akan tetapi jika kita telusuri lebih lanjut, kemudahan ini bisa menjadi pisau bermata dua bagi kita semua. Dikarenakan tentunya ada dampak negatif yang tersulubung dari kehadiran teknologi Al ini.

ChatGPT adalah suatu kecerdasan buatan yang dibuat oleh OpenAI. ChatGPT ini diluncurkan pada tanggal 30 november 2022. Lebih dari 100 juta pengguna sejak kemunculannya dalam dua bulan. Dengan adanya ChatGPT ini kita dapat memecahkan segala permasalahan yang dialami hanya dengan mengetikan kata kunci yang diperlukan dalam ChatGPT. Selain itu kita juga tidak perlu menghabiskan waktu lebih banyak untuk memecahkan sebuah masalah.

Di sisi lain, ada dampak negatif terselubung yang mungkin sebagian orang tidak menyadarinya. Sebagai contohnya adalah ketergantungan akut yang mengakibatkan seseorang tidak bisa menyelesaikan suatu permasalahan tanpa bantuan ChatGPT, Saat ini sedang marak siswa siswi yang bergantung pada ChatGPT untuk menyelesaikan tugas yang diberikan oleh bapak/ibu guru. Hal ini menunjukan kemunduran semangat belajar anak karena bergantung pada bantuan ChatGPT. Sehingga siswa malas untuk mencari jawabannya di buku pelajaran.

Baru-baru ini bahkan ada sebuah kasus yang menggemparkan media sosial. Dimana seorang gadis menjadikan ChatGPT sebagai tempat curhat. Seperti yang kita ketahui, bahwasanya ChatGPT akan memberikan suatu jawaban yang selalu memihak kita. Dengan pengaturan ChatGPT yang seperti itu, dapat mendorong seseorang merasa dirinya selalu benar dan tidak mau disalahkan. Sehingga dapat berdampak buruk pada kesehatan psikologis seseorang.

Cara menanggulangi hal tersebut ialah dengan memberikan batas penggunaan ChatGPT. Selain itu kita dapat melatih otak kita menjadi lebih kritis dengan cara memperbanyak bacaan seperti buku, jurnal, atau artikel ilmiah. Kita juga bisa menggunakan cara membangun kebiasaan menulis untuk melatih kreativitas kita dalam mengerjakan tugas. Kita harus menyadari bahwa tidak selamanya teknologi memberikan kemudahan dengan cuma-cuma. Bisa saja suatu hari nanti data/informasi yang telah kita sampaikan pada ChatGPT baik itu rahasia ataupun tidak, menjadi bahan konsumsi publik. Oleh sebab itu kita harus bijak dalam menggunakan teknologi. Karena teknologi dapat menjadi pisau bermata dua yang kita tidak tahu kapan akan membahayakan diri kita sendiri. Di era gempuran teknologi yang semakin berkembang ini sudah sepatutnya kita menjaga diri dari segala sesuatu yang diselesaikan secara instan. Memastikan diri kita tetap aman dari pengaruh negatif kemajuan teknologi. Jangan biarkan teknologi menjadi raja di dalam hidupmu, jadilah penguasa yang bijak.

sumber: Forbes

Tags: Kirana Kansha Hanifaseleksi duta genterasmpn 1 padangan
Lentera Literasi

Lentera Literasi

Next Post
Punya Temen Luar Negeri? Seru Banget Loh!

Bijak Bermedia, Cerdas Literasi Digital di Era Serba Online

Punya Temen Luar Negeri? Seru Banget Loh!

Melek Digital, Hidup Jadi Lebih Keren

© 2025 Letera Literasi Bojonegro

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Lentera Literasi
  • Akses Pojok Baca Digital

© 2025 Lentera Literasi Bojonegoro