Di era digital seperti sekarang, informasi datang begitu cepat dari berbagai arah. Setiap hari, kita disuguhi berita, cerita, dan unggahan dari media sosial, pesan berantai, hingga video pendek yang viral. Sayangnya, tidak semua informasi yang tersebar itu benar. Di antara kabar-kabar yang bermanfaat, banyak pula tersebar berita palsu atau hoaks. Hoaks adalah informasi yang tidak benar, menyesatkan, dan seringkali sengaja dibuat untuk menipu, menimbulkan kepanikan, atau memprovokasi. Hoaks bisa berupa teks, gambar, video, bahkan kombinasi dari ketiganya. Bahayanya, informasi seperti ini sering disebarkan tanpa dicek terlebih dahulu, padahal dampaknya bisa sangat serius. Di sinilah pentingnya literasi digital, kemampuan untuk memilah dan memahami informasi dengan kritis agar kita tidak mudah tertipu.
Sebagai pelajar yang hidup di tengah arus informasi, kita perlu melatih kepekaan untuk membedakan mana yang fakta dan mana yang hoaks. Langkah pertama yang bisa dilakukan adalah memeriksa sumber berita. Apakah informasi itu berasal dari media yang kredibel dan jelas, atau hanya dari akun tidak dikenal tanpa kejelasan asal-usulnya? Sumber yang terpercaya biasanya mencantumkan nama penulis, media, dan referensi yang bisa ditelusuri. Selain itu, jangan hanya membaca judul. Hoaks sering menggunakan judul yang sensasional agar orang langsung membagikannya tanpa membaca isinya. Padahal, jika dibaca secara utuh, isi beritanya bisa jadi tidak sesuai dengan judul atau bahkan tidak masuk akal.
Selanjutnya, penting juga untuk memeriksa tanggal dan konteks berita. Kadang ada berita lama yang sengaja diangkat kembali seolah-olah terjadi hari ini, padahal sudah tidak relevan. Kita juga bisa menggunakan situs cek fakta untuk mengecek apakah suatu informasi pernah diklarifikasi sebelumnya. Yang tak kalah penting adalah menggunakan akal sehat dan logika. Jika suatu berita terdengar terlalu heboh, mengandung kebencian berlebihan, atau membuat panik tanpa alasan yang jelas, kita patut curiga. Tanyakan pada diri sendiri, “Masuk akal nggak, ya?”
Sebagai generasi muda, kita punya peran penting dalam membentuk ruang digital yang sehat. Jangan asal percaya dan jangan asal sebar. Dengan bersikap kritis terhadap informasi, kita sudah menjadi bagian dari solusi dalam melawan hoaks. Jadilah pelajar yang cerdas dan bertanggung jawab dalam menyikapi informasi. Karena di dunia digital, kemampuan berpikir jernih adalah kekuatan yang paling dibutuhkan. Mari menjadi bagian dari perubahan di dunia digital dengan bergabung menjadi Gentera!


