Penulis : Febriyan Azka Setyaditama (SMPN 1 Padangan Bojonegoro)
Teknologi sekarang semakin canggih, bahakan semua kalangan sangat mudah unruk mengikuti.Tidak heran jika kita temui banyak anak kecil hingga orang tua sudah menggunakan gadget. Fenomena ini sudah pasti memudahkan kita dengan teman bahkan keluarga yang berjauhan menanyakan keadaan kapanpun dan dimanapun dengan cepat dan mudah.
MENGAPA HARUS DISARING?
Namun disisi lain kecepatan dan kemudahan teknologi ini justru disalahgunakan oleh masyarakat bahkan sangat sering. Banyak dari mereka bersikap ‘latah’ atau ‘fomo’ ketika menelaah suatu informasi yang mereka dapatkan dan langsung menyebar luaskan kabar atau informasi tersebut tanpa diketahui benar atau tidaknya informasi tersebut, sehingga menyebabkan kabar hoax lebih cepat viral. terutama dalam menggunakan media sosial.
Pendidikan literasi digital seharusnya menjadi tanggung jawab setiap individu dan komunitas. Dengan semakin tinggi literasi digital masyarakat, kualitas interaksi di media sosial akan semakin baik pula.
Mencagah Penyebaran Hoax Melindugi Diri dari Tindakan Hukum Menjaga Etika Kesopanan
Membangun Ekosisitem Digital Yang Sehat.
BAGAIMANA MENYARING INFORMASI
- Cek Sumbernya
- Periksa Keaslian Konten atau Jurnal
- Baca isi, Bukan Hanya Judul
- Tunda Emosi Gunakan Logika
- Tanya Diri Sendiri: Apa Manfaatnya?
PERAN LITERASI DIGITAL DALAM BERMEDIA SOSIAL
- Mengakses Informasi Secara Kritis
- Mengevaluasi Kebenaran dan Kredibitas Informasi
- Berkomunikasi Secara Etis dan Empatik
- Memahami Hak dan Kewajiban Digital sebagai Warga Net.
- Pendidikan literasi digital seharusnya menjadi tanggung jawab setiap individu dan komunitas.
- Dengan semakin tinggi literasi digital masyarakat, kualitas interaksi di media sosial akan semakin baik pula.
ETIKA DIGITAL: PILAR PENTING BERMEDIA SOSIAL
- Menghormati privasi orang lain
- Menghindari ujaran kebencian dan diskriminasi
- Tidak menyebarluaskan konten sensitif tanpa izin
- Mengakui karya orang lain dan tidak melakukan plagiarisme
- Menghindari penyebaran kebohongan, meskipun untuk lelucon
- Ketika etika digital diterapkan secara konsisten, media sosial dapat menjadi ruang aman untuk berinteraksi, berkreasi, dan berkembang bersama.
- Etika digital adalah seperangkat nilai dan norma yang harus dijunjung tinggi saat beraktivitas di dunia maya.
Beberapa prinsip etika yang penting untuk diterapkan antara lain :
- Menghormati privasi orang lain
- Menghindari ujaran kebencian dan diskriminasi
- Tidak menyebarluaskan konten sensitif tanpa izin
- Mengakui karya orang lain dan tidak melakukan plagiarisme
- Menghindari penyebaran kebohongan, meskipun untuk lelucon
- Ketika etika digital diterapkan secara konsisten, media sosial dapat menjadi ruang aman untuk berinteraksi, berkreasi, dan berkembang bersama.
MENJADI BAGIAN DARI SOLUSI
Di tengah derasnya arus informasi dan berbagai tantangan digital, setiap pengguna media sosial memiliki peran dalam menciptakan perubahan. Kita bisa memilih untuk menjadi bagian dari masalah—dengan membagikan hoaks, menyebar kebencian, atau memprovokasi—atau menjadi bagian dari solusi dengan menyaring informasi, menjaga etika, dan menyebarkan kebaikan.
Menerapkan prinsip “Saring Sebelum Sharing” bukan hanya soal kehati-hatian, tetapi juga cerminan dari kepedulian, empati, dan tanggung jawab kita sebagai warga digital. Mari jadikan media sosial bukan sekadar ruang untuk berekspresi, tetapi juga sebagai sarana untuk membangun peradaban yang lebih baik.


