Lentera Literasi Bojonegoro
  • Beranda
  • Tentang Lentera Literasi
  • Akses Pojok Baca Digital
  • Dari Gentera!
No Result
View All Result
Lentera Literasi Bojonegoro
  • Beranda
  • Tentang Lentera Literasi
  • Akses Pojok Baca Digital
  • Dari Gentera!
No Result
View All Result
Lentera Literasi Bojonegoro

Bahaya Hoaks dan Cara Menghindarinya di Dunia Digital

Lentera Literasi by Lentera Literasi
1 month ago
in Karya Tulis Gentera
0
Punya Temen Luar Negeri? Seru Banget Loh!
0
SHARES
0
VIEWS
Share on WhatsappShare on XGet QR Code

Penulis : Endry Rahmawati (SMPN 1 Ngasem)

Di era digital seperti sekarang, informasi bisa tersebar dengan sangat cepat. Hanya dengan satu klik, berita bisa menyebar ke seluruh penjuru dunia lewat media sosial, grup chat, dan internet. Sayangnya, tidak semua informasi yang beredar itu benar. Banyak juga yang merupakan hoaks, yaitu berita bohong atau informasi palsu yang sengaja dibuat untuk menipu, menyesatkan, atau memengaruhi orang lain.

Hoaks bisa muncul dalam berbagai bentuk — tulisan, foto, video, bahkan tangkapan layar (screenshot). Biasanya, pembuat hoaks ingin menarik perhatian orang dengan judul yang sensasional atau menakutkan, seperti “Jangan Makan Ini, Bisa Mati!” atau “Besok Akan Terjadi Gempa Besar di Indonesia!” Padahal, berita itu belum tentu benar atau bahkan tidak memiliki sumber yang jelas.

Dampak hoaks sangat berbahaya. Pertama, bisa menyebabkan kepanikan dan kebingungan di masyarakat. Contohnya, saat pandemi COVID-19 dulu, banyak beredar berita palsu tentang obat ajaib yang bisa menyembuhkan virus, padahal tidak terbukti. Akibatnya, banyak orang yang salah paham dan tidak mengikuti anjuran kesehatan dari pemerintah.

Kedua, hoaks juga bisa merusak reputasi seseorang. Banyak tokoh publik, artis, bahkan orang biasa menjadi korban fitnah karena berita palsu yang dibuat tanpa bukti. Selain itu, hoaks juga bisa memecah persatuan, terutama saat menjelang pemilu, ketika banyak berita bohong digunakan untuk menjatuhkan lawan politik.

Agar tidak menjadi korban atau penyebar hoaks, kita perlu menjadi pengguna internet yang cerdas dan kritis. Ada beberapa langkah yang bisa kita lakukan:

1. Periksa sumber informasi. Jangan mudah percaya pada berita yang tidak menyebutkan asalnya. Pastikan berasal dari media resmi atau lembaga terpercaya.

2. Baca isi berita secara lengkap. Jangan hanya melihat judulnya saja, karena kadang judul dibuat untuk memancing emosi.

3. Gunakan logika dan akal sehat. Kalau berita terdengar terlalu aneh, berlebihan, atau tidak masuk akal, besar kemungkinan itu hoaks.

4. Cek kebenaran di situs pemeriksa fakta. Misalnya di turnbackhoax.id, kominfo.go.id, atau cekfakta.com.

5. Bijak dalam berbagi. Kalau belum yakin benar, lebih baik jangan diteruskan ke orang lain.

Sebagai generasi muda, kita punya peran penting dalam melawan hoaks. Kita bisa membantu menyebarkan informasi yang benar, mengingatkan teman jika mereka membagikan berita palsu, dan selalu berpikir kritis sebelum percaya pada sesuatu.

Dengan cara itu, kita tidak hanya melindungi diri sendiri dari kebohongan digital, tetapi juga membantu menciptakan lingkungan internet yang sehat, aman, dan positif bagi semua orang.
Ingat, bijak bermedia sosial berarti berhenti sejenak sebelum menyebarkan.

Tags: smpn 1 ngasem
Lentera Literasi

Lentera Literasi

Next Post
Punya Temen Luar Negeri? Seru Banget Loh!

Bahasa Portugis dalam Kurikulum Sekolah: Beban Baru atau Jendela Peluang Global?

Punya Temen Luar Negeri? Seru Banget Loh!

Game Online: Hiburan atau Rantai Kecanduan

© 2025 Letera Literasi Bojonegro

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Lentera Literasi
  • Akses Pojok Baca Digital

© 2025 Lentera Literasi Bojonegoro