Penulis : Nariswari Cahyaningrum Yunsu Putri (SMPN 1 Kalitidu)
Pernah kah kamu merasa rindu? tentu semua orang pernah merasakannya namun jika dipikir-pikir rindu itu apa sih?. Jadi,rindu adalah perasaan yang sangat dalam dan sering kali dikaitkan dengan hubungan emosional yang kuat antara seseorang dengan orang lain atau terhadap sesuatu yang berarti dalam hidup. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), rindu berarti memiliki keinginan yang kuat untuk bertemu atau sangat ingin dan berharap benar terhadap sesuatu. Perasaan ini menggambarkan hasrat emosional yang muncul karena adanya jarak, kehilangan, atau keinginan untuk kembali pada sesuatu yang pernah membuat kita merasa bahagia.
Perasaan rindu muncul ketika seseorang merasakan kekosongan atau kehilangan akibat tidak dapat bertemu dengan orang yang penting baginya. Misalnya, saat seorang anak harus berpisah dengan orang tuanya untuk sekolah di luar kota, ia mungkin merasakan kerinduan yang mendalam karena tidak bisa berbagi cerita atau tawa seperti biasanya. Rasa rindu juga dapat muncul kepada sahabat, pasangan, atau bahkan tempat dan momen tertentu yang meninggalkan kenangan indah di hati.
Menurut beberapa sumber psikologi seperti Popbela dan Netralnews, rasa rindu disebabkan oleh adanya ikatan emosional yang kuat, rasa kehilangan akibat jarak atau perpisahan, dan nostalgia terhadap kenangan masa lalu. Saat kita mengingat kembali momen-momen bahagia bersama seseorang, otak mengaktifkan hormon seperti oksitosin, yang dikenal sebagai hormon cinta. Hormon ini membuat kita merasa hangat sekaligus sedih, karena keinginan untuk kembali ke masa-masa itu tak bisa langsung terpenuhi. Itulah mengapa rindu sering terasa manis sekaligus menyakitkan.
Secara ilmiah, rindu juga terjadi karena otak kita terbiasa “menagih” kehadiran seseorang yang sering kita temui. Ketika orang itu tidak lagi hadir dalam waktu yang lama, otak seolah kehilangan rutinitasnya, lalu memunculkan reaksi emosional berupa rasa kehilangan. Itulah sebabnya banyak orang, terutama anak-anak remaja atau ABG, sering kali mencari cara untuk meredakan rasa itu misalnya dengan telfonan sampai larut malam, chatting tanpa henti, atau sekadar melihat foto dan pesan lama. Hal-hal kecil itu memberi ilusi bahwa seseorang yang dirindukan masih terasa dekat, walaupun sebenarnya jauh.
Meski sering dianggap sama, rindu dan kangen sebenarnya memiliki makna yang berbeda. Rindu adalah perasaan yang lebih dalam, menyentuh sisi emosional dan melibatkan kenangan yang kuat. Rindu sering menciptakan suasana melankolis, dan biasanya berlangsung dalam waktu yang cukup lama. Sedangkan kangen cenderung lebih ringan, muncul secara spontan, dan biasanya lebih mudah diatasi. Misalnya, seseorang bisa merasa kangen karena belum bertemu teman dalam beberapa hari, namun rasa itu segera hilang setelah bertemu atau berkomunikasi. Rindu, sebaliknya, tetap bertahan bahkan setelah waktu berlalu, karena berakar pada perasaan dan kenangan yang lebih dalam.
Pada akhirnya, rindu adalah bagian alami dari kehidupan manusia. Ia menunjukkan bahwa kita pernah mencintai, pernah bahagia, dan pernah memiliki hubungan yang berarti. Seperti kata Dilan, “Rindu itu berat.” Maka dari itu, jangan lupa punya “alat” untuk berkomunikasi entah itu ponsel, pesan singkat, atau sekadar doa dalam hati. Karena kadang, cara terbaik untuk mengobati rindu bukan hanya dengan bertemu, tapi dengan tetap terhubung.


