Lentera Literasi Bojonegoro
  • Beranda
  • Tentang Lentera Literasi
  • Akses Pojok Baca Digital
  • Dari Gentera!
No Result
View All Result
Lentera Literasi Bojonegoro
  • Beranda
  • Tentang Lentera Literasi
  • Akses Pojok Baca Digital
  • Dari Gentera!
No Result
View All Result
Lentera Literasi Bojonegoro

Mengurai Makna di Balik Busana Adat Bojonegoro Barat

Lentera Literasi by Lentera Literasi
1 month ago
in Karya Tulis Gentera
0
Punya Temen Luar Negeri? Seru Banget Loh!
0
SHARES
1
VIEWS
Share on WhatsappShare on XGet QR Code

Penulis : FRANYA KARUNIA PUTRI (SMPN 1 PURWOSARI)

Bojonegoro bagian barat, yang berbatasan langsung dengan Jawa Tengah, memiliki kekhasan budaya yang memengaruhi corak pakaian adatnya. Pakaian adat di wilayah ini tidak hanya berfungsi sebagai penutup tubuh, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai luhur, status sosial, dan kearifan lokal masyarakatnya. Meskipun secara umum mengikuti pakem busana khas Bojonegoro yang dikenal dengan istilah “Pakem Kange Yune”, di wilayah barat terdapat penyesuaian yang membuatnya terasa berbeda, terutama dalam pilihan motif, aksesori, dan acara penggunaannya, menunjukkan adanya akulturasi budaya yang dinamis dan terawat.

Busana adat untuk pria, atau yang disebut Kange, di Bojonegoro bagian barat umumnya terdiri dari elemen-elemen yang menunjukkan kesederhanaan dan kehormatan. Pria akan mengenakan baju takwa berwarna hitam, yang melambangkan kesalehan dan kebijaksanaan, dipadukan dengan jarik bermotif parang atau sidomukti yang memiliki filosofi mendalam tentang harapan akan kehidupan yang lebih baik. Jarik ini dililitkan dengan rapi, diikat dengan stagen, dan dilengkapi dengan ikat kepala atau udeng batik. Keseluruhan busana ini mencerminkan karakter masyarakat agraris yang religius, jujur, dan menjunjung tinggi tradisi yang telah diwariskan oleh para leluhur mereka, sekaligus menunjukkan identitas diri yang kuat.

Sementara itu, busana adat untuk wanita, atau Yune, terlihat lebih anggun dan memesona. Wanita akan mengenakan kebaya panjang yang terbuat dari bahan-bahan berkualitas, seperti bludru atau sutra, dengan warna yang cerah dan indah. Kebaya ini dipadukan dengan kain jarik yang serasi, menonjolkan kecantikan alami dan keanggunan. Aksesori yang digunakan juga sangat diperhatikan, mulai dari sanggul yang rapi, tusuk konde, kalung, hingga gelang, yang semuanya menambah pesona dan keistimewaan. Penggunaan busana ini tidak hanya untuk acara-acara formal, seperti pernikahan atau upacara adat, tetapi juga dalam perayaan penting lainnya, menegaskan peran wanita dalam menjaga kelestarian budaya.

Sebagai cerminan dari akulturasi budaya Jawa dan pengaruh dari daerah perbatasan, detail pada pakaian adat Bojonegoro barat sering kali menampilkan motif-motif tertentu yang unik. Misalnya, motif batik yang digunakan bisa jadi memiliki sedikit perbedaan dengan motif batik dari wilayah timur Bojonegoro, mencerminkan adanya interaksi budaya dengan daerah tetangga. Selain itu, dalam beberapa acara adat tertentu, pakaian yang dikenakan juga dapat disesuaikan dengan nilai-nilai dan keyakinan lokal yang berlaku, menunjukkan betapa fleksibelnya tradisi dalam beradaptasi tanpa kehilangan esensinya. Dengan demikian, pakaian adat di wilayah ini bukan sekadar busana, melainkan narasi visual tentang sejarah, kepercayaan, dan identitas budaya yang kuat, terus diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Tags: SMPN 1 Purwosari Bojonegoro
Lentera Literasi

Lentera Literasi

Next Post
Punya Temen Luar Negeri? Seru Banget Loh!

Peran Bahasa Bukan Sekedar Alat Komunikasi!

Punya Temen Luar Negeri? Seru Banget Loh!

Tomat, Si Merah Segar yang Banyak Manfaatnya

© 2025 Letera Literasi Bojonegro

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Lentera Literasi
  • Akses Pojok Baca Digital

© 2025 Lentera Literasi Bojonegoro