Penulis : Angelica Vellencia Kay Arabela (SMPN 1 Kalitidu)
Halo guys!, siapa di sini yang sering bilang “duh, capek banget” padahal kerjaannya cuman rebahan? Atau kamu ngerasa kalau hidupmu isinya cuman tugas, deadline, dan drama sampai rasanya mau meledak?. Hati-hati rasa lelah yang tak kunjung hilang itu bukan sekedar malas, bisa jadi kamu sedang mengalami burnout!. Awalnya istilah burnout hanya dikaitkan dengan dunia kerja. Namun, tekanan sekolah, ekspektasi orang tua, kegiatan ekstrakurikuler, ditambah drama pertemanan bisa membuat remaja juga mengalami kondisi kelelahan fisik dan mental yang parah ini.
Berikut adalah 3 tanda utama kamu sedang mengalami burnout!
1. Kelelahan yang tidak hilang
Ini bukan cuman ngantuk. Ini rasa lelah yang menusuk sampai ke tulang. Contohnya, kamu baru bangun tidur tapi rasanya kayak habis lari maraton, kamu mau ngangkat tangan buat nulis aja rasanya berat, kamu juga gampang sakit.
2. Suasana hati jadi buruk dan sinis
Kamu mulai malas dengan segala sesuatu, bahkan yang dulu kamu suka. Contohnya, “Alah buat apa sih belajar, toh nilai juga tetap jelek”. Kamu jadi gampang marah, nggak peduli sama tugas atau teman-temanmu, dan selalu ingin menjauh dari keramaian.
3. Merasa gagal, walau sudah berusaha keras
Kamu merasa bahwa usahamu tidak pernah berhasil, nilai jadi menurun drastis padahal kamu sudah begadang. Contohnya, susah fokus di kelas, ada perasaan bahwa kamu ini “tidak becus” dan “bodoh”
Jadi guys burnout itu serius, tapi bisa diatasi. Tidak perlu liburan mahal, kamu bisa melakukan beberapa hal sederhana seperti :
1. Jago mengatur prioritas (mana yang penting, mana yang bisa ditunda)
Coba tulis semua tugasmu. Pilih 3 yang paling mendesak, lalu tunda tugas yang lain. Bilang “maaf, aku nggak bisa ikut hari ini” pada ajakan nggak penting.
2. Terapkan waktu bebas gawai
Misalnya, matikan semua notifikasi media sosial sebelum tidur. Gunakan waktu luang ini untuk membaca buku, mendengarkan musik, atau sekedar melihat keluar jendela.
3. Bicaralah!
Jika kamu kewalahan berbicaralah kepada orang yang kamu percaya, bisa orang tua, sahabat, maupun psikolog. Mengutarakan perasaan dapat meringankan beban mentalmu.
Ingat, burnout adalah sinyal dari tubuh dan otakmu bahwa kamu sudah bekerja terlalu keras. Mendengarkan sinyal ini bukanlah tanda kelemahan, melainkan kebijaksanaan untuk menjaga diri agar bisa terus maju.


