Penulis : Fitri Aulia Ramadani (SMPN 1 Ngasem Bojonegoro)
Kalian tahu tidak? di era digital sekarang ini, kita berinteraksi dan mendapatkan informasi dengan cepat melalui media sosial. Mulai dari berita, hiburan, hingga opini, semua bisa di akses hanya dengan sentuhan layar. Tapi, di balik semua itu ada pun rintangan yang harus di hadapi seperti banjirnya informasi palsu atau hoaks yang menimbulkan keresahan di media sosial. Karena itulah literasi digital menjadi keterampilan penting untuk saat ini.
Literasi digital tidak hanya dapat menggunakan aplikasi media sosial dengan seenaknya, melainkan kita harus bisa memahami, menganalisa, dan menyaring informasi. Misalnya ketika kita menerima pesan di WhatsApp bahwa kita penerima hadiah, jangan langsung percaya, jangan langsung membuka file jika pengirim itu mengirim file. Sebaiknya langkah yang kita lakukan ketika mendapati masalah seperti ini, kalian harus mengingat terlebih dahulu apakah kalian pernah mengikuti kuis atau tidak, lalu kalian dapat mengecek nomor pengirim tersebut apakah kita mengenalinya atau tidak.
Selain itu, literasi digital juga berkaitan dengan etika. Apa yang kita tulis dan bagikan bisa berdampak besar untuk orang lain. Menghindari ujaran kebencian, menghormati privasi, serta menggunakan bahasa yang sopan adalah wujud nyata dari etika digital. Dengan begitu, media sosial tidak hanya menjadi tempat hiburan, tetapi juga menjadi ruang aman yang sehat untuk bertukar ide.
Keamanan data pribadi menjadi bagian penting dalam literasi digital. Sekarang banyak kasus penyalahgunaan data karena penggunaan internet kurang teliti. Contohnya, sering membagikan informasi pribadi seperti nomor telepon atau alamat rumah di media sosial. Padahal data tersebut dapat disalahgunakan oleh pihak tidak bertanggung jawab. Maka dari itu, kita harus menjaga data pribadi yang merupakan bentuk perlindungan diri di era digital.
Masa sekarang ini harus bisa dalam membangun ekosistem digital yang sehat. Seperti generasi muda yang menjadi pengguna yang bijak, kreatif, dan bertanggung jawab, dengan itu bisa menciptakan lingkungan digital yang positif. Membagikan konten inspirasi, motivasi, saling memberikan komentar pendukung, dan saling menghargai perbedaan pendapat adalah langkah kecil yang berdampak besar.
Sebagai pelajar, ayo kita jadikan literasi digital sebagai kebiasaan sehari-hari yang positif dan sehat. Mulailah dari diri kita sendiri: saring sebelum sharing, berpikir sebelum mengetik, dan pastikan setiap jejak digital yang kita tinggalkan bermanfaat untuk yang lain. Dengan begitu, kita bisa menjadi bagian dari generasi keren yang siap membawa perubahan positif di dunia digital.


