Penulis : Arnindya Khayyara Alyma (SMPN 1 Padangan Bojonegoro)
Di era kemajuan teknologi yang cukup pesat, mustahil jika kita tidak menggunakan media sosial sebagai perwujudan canggihnya teknologi di zaman sekarang. Dalam bermedia sosial, pasti seringkali kita dihadapkan dengan perasaan cemas, takut, serta khawatir jika tertinggal sesuatu. Hal tersebut bisa kita sebut dengan istilah FOMO (Fear Of Missing Out) yang berarti takut ketinggalan. Situasi ini bukan hanya sekedar perasaan iri sesaat, melainkan kecemasan mendalam yang dapat memengaruhi kesehatan mental, keuangan, bahkan cara berinteraksi kita dengan orang lain. Setelah ini mari kita mengenal lebih dalam tentang apasih fomo itu dan bagaimana cara menanganinya?
Apa itu fomo dan kenapa kita bisa merasakannya?
FOMO adalah perasaan saat kita merasa iri, khawatir, bahkan cemas jika orang lain sedang melakukan hal yang lebih baik, lebih menarik, dan lebih menyenangkan dari pengalaman kita. Perasaan ini seringkali kita rasakan saat melihat unggahan foto di media sosial teman. Biasanya saat mereka mengunggah foto sedang berlibur, merayakan pencapaian, dan kegiatan menyenangkan lainnya.
Media sosial, bisa kita sebut sebagai penyebab utama adanya FOMO. Karena sering kali kita diperlihatkan kehidupan orang lain yang terkadang terkesan tidak realistis dan hanya menampilkan sebagian hidup mereka yang menyenangkan. Hal ini dapat menyebabkan kesenjangan sosial yang membuat hidup kita terasa seperti membosankan. Akibatnya, kita akan terdorong untuk melakukan hal-hal diluar batas kemampuan atau keinginan kita agar tidak merasa ketinggalan.
Dampak buruk FOMO
FOMO memiliki cukup banyak dampak buruk yang dapat merusak kehidupan kita. Berikut ini adalah beberapa dampak buruk jika kita mengalami FOMO:
- Kesehatan mental
Cemas, iri, dan khawatir adalah perasaan yang akan kita rasakan saat kita merasakan FOMO. Kita akan terus-menerus merasa kurang cukup dengan hidup, yang dapat juga menurunkan rasa percaya diri dan harga diri kita.
- Keuangan
FOMO dapat merusak kondisi finansial kita. Dengan adanya perasaan takut tertinggal, kita akan terdorong untuk membeli barang-barang dengan harga mahal yang sekiranya tidak terlalu dibutuhkan.
- Hubungan sosial
Saat kita berkumpul bersama teman-teman, yang seharusnya kita mengobrol santai dan menikmati momen, kita malah akan terus memikirkan kehidupan di dunia maya, seperti pikiran untuk mengunggah foto di media sosial, dan lain sebagainya.
Apa saja cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi FOMO?
Cara yang akan saya berikan bukanlah cara yang sulit, termasuk mudah namun perlu usaha dan konsisten untuk mewujudkannya. Berikut adalah beberapa cara mengatasi FOMO yang dapat kamu coba:
- Batasi waktu saat bermedia sosial
Atur waktu secukupnya untuk membuka media sosial, misalnya 30 menit atau lebih. Semakin jarang kita bermedia sosial, semakin besar pula peluang untuk kita terhindar dari FOMO. - Bersyukur
Syukurilah apa yang ada dalam hidup kita. Cukup fokus dengan apa yang kita punya, dan tidak perlu merasa iri dengan apa yang orang lain miliki. Selalu syukuri sekecil apapun nikmat dari Tuhan yang telah diberikan kepada kita. - Terapkan mindset kesadaran diri
Saat merasakan FOMO, janganlah langsung bergegas untuk melakukannya. Pertimbangkan terlebih dahulu secara baik-baik. Tanyakan kepada diri sendiri, “Apa ini benar hal yang ingin aku lakukan? atau sekedar melakukannya setelah melihat orang lain?” memang terkadang membedakan kebutuhan dengan keinginan itu cukup sulit.
Mengatasi FOMO bukan berarti kita harus berhenti bermedia sosial, cukup gunakan media tersebut dengan bijak dan sewajarnya saja. Pesan dari saya, selalu berhati-hati lah dalam bermedia sosial. Berpikir sebelum bertindak itu penting.
sumber : Google, Gemini.


