Lentera Literasi Bojonegoro
  • Beranda
  • Tentang Lentera Literasi
  • Akses Pojok Baca Digital
  • Dari Gentera!
No Result
View All Result
Lentera Literasi Bojonegoro
  • Beranda
  • Tentang Lentera Literasi
  • Akses Pojok Baca Digital
  • Dari Gentera!
No Result
View All Result
Lentera Literasi Bojonegoro

Perang Badar : Perang Paling Epic Dalam Sejarah Islam

Lentera Literasi by Lentera Literasi
1 month ago
in Karya Tulis Gentera
0
Punya Temen Luar Negeri? Seru Banget Loh!
0
SHARES
0
VIEWS
Share on WhatsappShare on XGet QR Code

Penulis : Nariswari Cahyaningrum Yunsu Putri (SMPN 1 Kalitidu)

Perang Badar adalah pertempuran besar pertama dalam sejarah Islam yang terjadi pada 17 Ramadhan tahun ke-2 Hijriah (624 M).Perang Badar adalah satu-satunyayang perang yang malaikat ikut turun untuk berperang.Perang ini bukan hanya soal jumlah pasukan, melainkan menjadi bukti nyata pertolongan Allah kepada kaum muslimin. Karena itu, perang ini juga dikenal dengan sebutan Yaumul Furqan (Hari Pembeda), yaitu hari ketika kebenaran dan kebatilan dipisahkan dengan jelas.

Kaum muslimin yang hijrah ke Madinah harus meninggalkan harta benda mereka di Mekkah. Kaum Quraisy merampasnya, bahkan terus menekan umat Islam dengan ancaman perang. Rasulullah SAW kemudian memimpin usaha memutus jalur dagang Quraisy agar mereka sadar dan berhenti menindas kaum muslimin.Lalu pada Januari 624 M,kaum muslimin yang dipimpin oleh Abdullah bin Jahsyi atas perintah Rasulullah S. W. T menyerang kafilah dagang Mekah di daerah bernama Nakhlah. Nah ternyata serangan ini menghilangkan nyawa seorang kaum kafir Quraisy bernama Ibnu Al-hadlrami, akhirnya peristiwa ini menimbulkan kemarahan dan dendam dari kaum Quraisy yang ada di Mekkah. Terlebih lagi peristiwa ini terjadi saat bulan Rajab, yang dimana bulan ini adalah bulan suci bagi masyarakat Arab. Dan di sini mereka menganggap kalau Rasulullah sudah tidak menghargai bulan-bulan suci mereka lagi. Padahal Rasulullah sendiri tidak menyangka kalau misi yang beliau berikan akan memakan korban jiwa. Hal ini lah yang akan menjadi bibit-bibit terjadinya perang Badar.

Beberapa hal Sebelum Perang Badar

Pasukan muslim hanya berjumlah sekitar 313 orang dengan perlengkapan seadanya: dua ekor kuda, 70 unta yang dipakai bergantian, serta sebagian kecil baju besi. Sebaliknya, Quraisy membawa sekitar 1.000 orang, 100 kuda, 600 baju besi, dan perbekalan melimpah.

Rasulullah SAW memilih posisi strategis dengan menguasai sumur-sumur di Badar lebih dulu. Malam sebelum perang, kaum muslimin diberi oleh Allah SWT ketenangan berupa hujan yang lembut t dan menenangkan hati mereka agar mereka bisa tertidur dengan nyenyak sebelum perang keesokan harinya. Sementara Quraisy Allah memberi mereka hujan yang sangat lebat dan membuat mereka tidak bisa tidur dan baju perangnya menjadi tambah berat karena basah.

Perang Badar

Saat langit masih gelap, takala Rasulullah membangunkan para sahabatnya untuk sholat subuh bersama. Saat sudah selesai sholat Rasulullah kembali menghidupkan semangat kaum muslimin sebagai mana yang telah diperintahkan oleh Allah SWT di Al-Quran Surat Al-Anfal ayat 65.Dalam ayat itu disebutkan, kalau ada 20 orang yang bersabar diantara kamukamu, niscaya mereka dapat mengalahkan 200 orang musuh, dan jika ada 100 orang yang sabar maka mereka dapat mengalahkan 1000 kaum muhsrikin.

Saat kaum Quraisy telah sampai, dalam sudut pandang kaum muslimin Allah membuat mereka terlihat lebih sedikit agar mental kaum muslimin tidak gentargentar sebagai mana yang telah di sebutkan dalam surat Al-Anfal ayat 44.Perang dimulai dari duel, karena saat itu kaum muslimin sudah menguasai tempat sumur satu-satunya di lembah Badar itu, saat itu kaum Quraisy dulu lah yang memulai perang, karena kaum muslimin tidak boleh memulai perang sebelum ada yang memerangi. Saat duel ini kaum muslimin yang salah satunya diwakilkan oleh Hamzah bin Abdul-Muththalib dan Ali bin Abi Thalib, dan dalam duel itu kaum muslimin menang.

Akhirnya perang pun terjadi, saat itu Rasulullah masih berada di dalam tenda untuk berdoa kepada Allah SWT, dan doa itu langsung dikabulkan oleh Allah SWT dengan diturunkannya 1000 malaikat untuk ikut berperang dalam perang Badar ini, sebagaimana yang telah disebutkan dalam surat Al-Anfal ayat 9.Lalu Rasulullah bersama dengan Abu Bakar keluar dari tenda dan langsung kkut berperang, beliau tetap sangat penuh dengan semangat meskipun beliau tau kalau Allah sudah memberi pertolongan pada beliau. Dalam perang Badar ini kaum Muslimin dengan penuh keyakinan dan semangat membela kebenaran bersama-sama tanpa takut terus maju untuk melawan kaum muhsrikin, meskipun beberapa dari mereka harus syahid.

Momen-momen epic perang Badar

Momen Bilal bin Rabah dan Umayyah bin Khalaf
Salah satu peristiwa paling menggetarkan di Perang Badar adalah pertemuan Bilal bin Rabah dengan mantan majikannya, Umayyah bin Khalaf. Umayyah adalah orang yang dulu menyiksa Bilal dengan kejam di Mekkah, menindih tubuhnya dengan batu besar di tengah terik matahari, memaksanya murtad. Saat Umayyah tertangkap dalam Perang Badar, Bilal berteriak kepada para sahabat, “Umayyah, musuh Allah! Jangan sampai ia lolos!”

Dengan penuh amarah karena mengingat penderitaannya di masa lalu, Bilal memimpin para sahabat hingga akhirnya Umayyah bin Khalaf tewas. Momen ini menjadi simbol bahwa kezaliman pada akhirnya akan kalah, dan orang-orang yang menindas kebenaran tidak akan selamat.

Dua Pemuda Anshar dan Abu Jahl
Abu Jahl, musuh terbesar Islam, akhirnya menemui ajalnya di perang Badar. Menariknya, ia tidak tumbang oleh sahabat senior, melainkan oleh dua pemuda Anshar yang kakak beradik berusia 14 dan 15 tahun: Mu’awwidz bin ‘Afra’ dan Mu’adz bin ‘Amr bin Jamuh. Keduanya mendekati sahabat Abdurrahman bin Auf sebelum perang dimulai dan bertanya, “Paman, tunjukkan kepadaku di mana Abu Jahl berada, karena aku dengar ia sering mencaci Rasulullah.”Abdullah meminta mereka untuk bersabar samapai nanti Abu Jahl muncul, dan saat ia muncul Abdullah langsung menunjukkan kepada dua pemuda itu di mana Abu Jahl ber ada, “Itu, itu lah Abu Jahlsang pemimpin kaum Quraisy yang kalian cari”.

Dengan keberanian luar biasa, dua pemuda itu menyerbu pasukan pelindung abu Jahl yang diantaranya ada 10 lapis pasukan berkuda dan mereka berhasil melumpuhkan Abu Jahl dan mereka juga Shahid di perang Badar ini. Beberapa riwayat menyebutkan bahwa kemudian Abdullah bin Mas’ud datang dan memastikan kematian Abu Jahl, bahkan memenggal kepalanya. Peristiwa ini menunjukkan bahwa keberanian bukan soal usia atau pengalaman, tetapi soal iman yang membara.

Tokoh-Tokoh Penting

Rasulullah SAW: pemimpin pasukan yang menekankan doa, strategi, dan memberi kabar gembira turunnya malaikat.

Ali bin Abi Thalib, Hamzah bin Abdul Muthalib, dan Ubaidah bin Harits: pahlawan dalam duel awal yang menentukan moral pasukan.

Bilal bin Rabah: budak yang disiksa karena imannya, membuktikan kebebasan dan kemenangan dengan menghadapi mantan majikannya

Hasil dan Dampak perang Badar

Perang Badar menghasilkan kemenangan gemilang. Kaum muslimin hanya kehilangan 14 syuhada, sementara Quraisy kehilangan sekitar 70 orang dan 70 lainnya ditawan dan sisanya kabur. Menariknya, tawanan perang diperlakukan sangat manusiawi. Rasulullah bahkan membebaskan sebagian tawanan hanya dengan syarat mereka mengajarkan baca tulis kepada anak-anak Madinah.

Kemenangan ini memperkuat posisi politik umat Islam di Madinah, meningkatkan keimanan kaum muslimin, serta membuat suku-suku Arab lain mulai menghormati mereka. Namun, kekalahan ini juga menimbulkan dendam besar Quraisy yang kelak memicu perang-perang berikutnya.

Perang Badar adalah bukti bahwa jumlah bukanlah suatu penghalang dalam kemenangan suatu perang, keimanan, Doa, dan Kesabaran adalah kunci utama. Begitupun dengan kita saat ini, sebesar apapun masalah dan rintangan yang kita hadapi, tapi percayalah dengan keimanan dan Doa Allah SWT akan membangun kita.

Tags: smpn 1 kalitidu
Lentera Literasi

Lentera Literasi

Next Post
Punya Temen Luar Negeri? Seru Banget Loh!

Menggali Kekayaan Seni Bojonegoro: Pesona Tari Kayangan Api dan Tari Thengul

Punya Temen Luar Negeri? Seru Banget Loh!

Dunia Perkontenan

© 2025 Letera Literasi Bojonegro

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Lentera Literasi
  • Akses Pojok Baca Digital

© 2025 Lentera Literasi Bojonegoro