Penulis : Endry Rahmawati (SMPN 1 Ngasem)
Sekarang ini kita hidup di zaman serba cepat dan serba digital. Apa pun bisa kita dapatkan hanya lewat satu sentuhan di ponsel. Sayangnya, kemudahan ini juga membawa dampak negatif, salah satunya adalah penyebaran hoaks atau berita bohong. Hoaks adalah informasi palsu yang dibuat seolah-olah benar supaya orang lain percaya. Biasanya hoaks dibuat untuk menipu, memprovokasi, atau membuat orang panik.
Contohnya, pernah kan dapat pesan di WhatsApp yang bilang “besok jangan keluar rumah karena ada penculikan anak”? Padahal setelah dicek, ternyata itu cuma isu yang tidak jelas sumbernya. Banyak orang langsung percaya dan menyebarkannya tanpa memastikan kebenarannya. Inilah yang membuat hoaks cepat menyebar.
Hoaks bisa bikin banyak masalah. Orang bisa salah paham, saling curiga, bahkan bisa membuat keributan. Di dunia kesehatan misalnya, banyak hoaks tentang obat atau vaksin yang tidak benar. Kalau orang percaya begitu saja, bisa-bisa malah berbahaya untuk dirinya sendiri.
Makanya, kita harus lebih cerdas dalam menerima informasi. Jangan gampang percaya dengan berita yang belum tentu benar. Coba baca dulu sampai selesai, lihat siapa yang menulis, dan pastikan ada sumber yang jelas. Kalau perlu, cari berita yang sama di media resmi seperti TV, koran, atau situs berita terpercaya.
Yang paling penting, jangan asal share. Kalau belum yakin, lebih baik diam dulu daripada ikut menyebarkan berita palsu. Dengan begitu, kita bisa ikut membantu melawan penyebaran hoaks dan menjaga suasana tetap aman dan damai.
Jadi, sebelum menyebarkan berita apa pun, ingat pepatah sederhana: “Saring sebelum sharing”

