Lentera Literasi Bojonegoro
  • Beranda
  • Tentang Lentera Literasi
  • Akses Pojok Baca Digital
  • Dari Gentera!
No Result
View All Result
Lentera Literasi Bojonegoro
  • Beranda
  • Tentang Lentera Literasi
  • Akses Pojok Baca Digital
  • Dari Gentera!
No Result
View All Result
Lentera Literasi Bojonegoro

Ummar bin Khattab

Lentera Literasi by Lentera Literasi
1 month ago
in Karya Tulis Gentera
0
Punya Temen Luar Negeri? Seru Banget Loh!
0
SHARES
0
VIEWS
Share on WhatsappShare on XGet QR Code

Penulis : Nariswari Cahyaningrum Yunsu Putri (SMPN 1 Kalitidu)

Sebelum dikenal sebagai khalifah yang adil dan pembela Islam, Umar bin Khattab r.a. adalah sosok yang ditakuti di Mekah. Tubuhnya tinggi tegap, suaranya lantang, dan keberaniannya luar biasa. Bahkan sebelum masuk Islam, Umar dikenal suka berburu singa di padang pasir sendirian. Keberaniannya membuat kaum Quraisy menjulukinya Singa Padang Pasir — lambang kekuatan dan ketegasan.

Namun, kekuatan itu sempat tersesat. Di masa awal dakwah, Umar justru menjadi musuh utama Islam. Ia memusuhi Nabi Muhammad SAW karena merasa ajaran Islam merusak kehormatan Quraisy. Tapi jauh sebelum Umar sadar, Rasulullah SAW pernah berdoa:

“Ya, Allah Kuatkanlah Islam dari salah satu Ummar.”
Yaitu dua sejoli Ummar bin Khattab dan Amr bin Hisyam (Abu Jahl) .
Doa itu menjadi kenyataan dengan cara yang lembut tapi mengguncang hati Umar. Suatu malam, Umar melihat seorang wanita bernama Ummu Abdillah binti Abu Hisyam, yang sedang bersiap meninggalkan Mekah untuk berhijrah ke Madinah. Di punggungnya ada barang-barang berat, dan di pelukannya ada anak kecil. Umar menatap heran dan berkata, “Hendak ke mana engkau, wahai Ummu Abdillah?”

Dengan suara lelah namun mantap, wanita itu menjawab, “Aku akan berhijrah demi agamaku. Kalian telah menindas kami, hingga kami harus pergi membawa iman kami, meski di malam gelap, naik turun bukit, sambil menggendong anak kecil.”

Umar terdiam. Ia menatap langkah kaki wanita itu yang perlahan hilang di kegelapan malam. Dalam hati ia bergumam, “Sampai sejauh itu mereka mempertahankan agamanya?” Sejak malam itu, hati Umar mulai bergetar. Ada sesuatu yang belum ia pahami tentang kekuatan iman.

Beberapa hari kemudian, amarah lama muncul kembali. Umar membawa pedang dan bertekad membunuh Rasulullah SAW. Tapi di tengah jalan, ia bertemu Nu‘aim bin Abdullah yang berkata, “Sebelum engkau mengurus Muhammad, lihatlah keluargamu sendiri. Adikmu Fatimah dan suaminya Sa‘id bin Zaid telah masuk Islam.”

Mendengar itu, Umar langsung marah besar dan pergi ke rumah adiknya. Dari luar terdengar lantunan ayat Al-Qur’an. Saat ia masuk, Fatimah menyembunyikan lembaran mushaf, tapi Umar memukul Sa‘id hingga terjatuh dan melukai adiknya. Namun kali ini, Fatimah tidak takut. Ia menatap Umar dengan mata yang tegas dan berkata, “Lakukan sesukamu, wahai Umar. Aku dan suamiku telah beriman. Kami tidak akan meninggalkan agama ini apa pun yang kau lakukan.”

Kata-kata itu mengguncang Umar. Fatimah yang dulu patuh dan lembut kini berani menentangnya demi iman. Dengan suara lemah, Umar berkata, “Berikan padaku lembaran yang kalian baca.” Setelah bersuci, ia membaca Surah Thaha:

“Taha, kami tidak menurunkan Al-Quran ini agar kamu celaka, tetapi sebagai peringatan kepada orang yang takut kepada Allah. ” (QS. Thaha:1-3)

Air matanya jatuh. Umar, yang tak pernah gentar menghadapi singa, kini luluh oleh firman Allah. Ia pun pergi menemui Rasulullah SAW di rumah Al-Arqam dan berkata dengan lantang, “Aku datang untuk beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.”

Sejak saat itu, doa Nabi terjawab. Bukan Abu Jahl yang dipilih Allah, melainkan Umar bin Khattab — Singa Padang Pasir yang berubah menjadi Singa Allah, penjaga Islam yang gagah berani dan berhati lembut.

Tags: smpn 1 kalitidu
Lentera Literasi

Lentera Literasi

Next Post
Punya Temen Luar Negeri? Seru Banget Loh!

Bersinar Dengan Caramu Sendiri : 5 Langkah Meningkatkan Percaya Diri

Punya Temen Luar Negeri? Seru Banget Loh!

Ngerjain PR? Gampang...

© 2025 Letera Literasi Bojonegro

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Lentera Literasi
  • Akses Pojok Baca Digital

© 2025 Lentera Literasi Bojonegoro