Lentera Literasi Bojonegoro
  • Beranda
  • Tentang Lentera Literasi
  • Akses Pojok Baca Digital
  • Dari Gentera!
No Result
View All Result
Lentera Literasi Bojonegoro
  • Beranda
  • Tentang Lentera Literasi
  • Akses Pojok Baca Digital
  • Dari Gentera!
No Result
View All Result
Lentera Literasi Bojonegoro

Contohlah Diamnya Bulan, Itu Kan Menjadikan Mu Lebih Baik!

Lentera Literasi by Lentera Literasi
1 month ago
in Karya Tulis Gentera
0
Punya Temen Luar Negeri? Seru Banget Loh!
0
SHARES
0
VIEWS
Share on WhatsappShare on XGet QR Code

Penulis : WARDASSALISA AMBALIKA (SMPN 1 GAYAM)

Pasti kalian juga sependapat denganku bahwa malam selalu punya cerita. Saat berisiknya siang mereda, langit perlahan diselimuti gelap, lalu muncullah bulan dengan sinarnya yang lembut. Ia tidak berisik, tidak banyak berbicara, bahkan sering kali hanya diam menggantung di angkasa. Namun siapa pun yang melihatnya akan setuju jika bulan tetap punya pesona yang menenangkan hati bagi siapapun yang melihatnya

Kalian harus tahu bahwa bulan adalah simbol ketenangan. Meski hanya memantulkan cahaya, ia hadir dengan anggun. Kita sebenarnya jarang menyadari bahwa di dalam diamnya bulan, ada banyak pelajaran yang bisa kita ambil.
“Diam bukan berarti tidak berguna, justru kadang diam mampu memberi lebih banyak ketenangan dibanding seribu kata.”

Seperti halnya bulan, “yang tanpa suara pun mampu menerangi bumi di tengah gelapnya malam.”

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering merasa harus selalu berbicara, menunjukkan pendapat, atau membuktikan diri dengan kata-kata. Apalagi di zaman sekarang, media sosial seakan mendorong kita untuk selalu terlihat aktif dan bersuara. Namun, bulan mengajarkan hal berbeda! Tidak semua hal harus diucapkan. Ada kalanya diam lebih bijak, lebih menenangkan, bahkan lebih elegan untuk suatu sudut pandang.

Coba bayangkan ketika kalian mempunyai masalah dengan teman atau keluarga. Terkadang, semakin banyak kita berbicara, semakin rumit juga masalah yang muncul. Tapi dengan sedikit diam, hati bisa lebih jernih, pikiran lebih tenang, dan solusi justru lebih mudah ditemukan sehingga permasalahan itu akan cepat terselesaikan. Dari sini terlihat jelas bahwa “Diam bukan berarti kalah, melainkan memberi ruang bagi diri sendiri untuk berpikir sebelum bertindak.”

Seperti bulan yang diam tapi tetap memberi cahaya bagi seluruh dunia, kita juga bisa memberi dampak positif di dunia digital maupun dunia nyata tanpa harus selalu bersuara. Kadang, hanya dengan berhati-hati dan berpikir sebelum melakukan sesuatu, jejak digital dan nyata kita bisa menjadi cahaya dan kebahagiaan bagi orang lain.

Bulan juga mengingatkan kita bahwa tidak harus selalu menjadi pusat perhatian untuk bisa bermanfaat. Lihatlah pada bulan, meski ia hanya memantulkan cahaya dan menggantung di malam hari, bulan tetap mampu memberi keteduhan bahkan sebagai lampu jalanan yang gelap. Menjadi pengantar tidur bagi banyak orang di muka bumi ini. Begitu juga dengan kita, meski sederhana dan mungkin terlihat biasa, kehadiran kita bisa saja berarti banyak untuk orang lain.

Bagi generasi muda, khususnya kita yang hidup di era penuh suara, bisa belajar dari bulan yang menenangkan. Ada waktu untuk bersuara, tapi ada juga saatnya kita memilih diam. Diam untuk merenung, diam untuk menjaga perasaan orang lain, dan diam untuk menjaga ketenangan hati sendiri.

Pada akhirnya, bulan mengajarkan kepada kita bahwa sifat diam bukan kelemahan. Justru dalam diam, ada kekuatan besar! Kekuatan untuk tetap bersinar, memberikan cahaya, dan menghadirkan kedamaian. Jadi, saat kalian melihat bulan malam ini, ingatlah bahwa “Keheningan bukan akhir dari segalanya, melainkan awal dari ketenangan yang sesungguhnya.”

~SifatDiamAdalahSifatMahal

Tags: SMP Negeri 1 Gayam
Lentera Literasi

Lentera Literasi

Next Post
Punya Temen Luar Negeri? Seru Banget Loh!

Belajar Kesabaran Dari Si Bunga Kertas Bougenville

Punya Temen Luar Negeri? Seru Banget Loh!

Netiket, Sopan di Dunia Maya

© 2025 Letera Literasi Bojonegro

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Lentera Literasi
  • Akses Pojok Baca Digital

© 2025 Lentera Literasi Bojonegoro