Penulis : Nariswari Cahyaningrum Yunsu Putri (SMPN 1 Kalitidu)
Teman-teman, pernah nggak terbayang di benak kalian kalau kota yang sering kali kita anggap “nggak ada apa-apanya” ini ternyata punya sebuah wisata bernama Teksas Wonocolo? Kalau mendengar kata Teksas, apa yang langsung muncul di kepala kalian? Pasti orang-orang berkuda pakai topi koboi, bukan? Iya nggak? Nah, bayangan kalian itu nggak salah kok, tapi yang ada di Bojonegoro bukan yang seperti itu. Maka dari itu, aku akan meluruskan dan menjelaskan apa itu Teksas Wonocolo — yang sama sekali nggak ada unsur kuda-kudanya.
Selain budaya koboi yang melekat, ternyata Texas juga punya ciri khas lain, lho. Contohnya seperti bentang alamnya yang beragam, masakan Tex-Mex yang lezat, serta industri besar seperti minyak bumi dan kedirgantaraan. Nah, dari tiga hal tersebut, yang ada di Teksas Wonocolo adalah poin ketiga, teman-teman, yaitu industri minyak bumi. Tentu kalian sudah tahu, kan, kalau minyak bumi adalah sumber daya andalan masyarakat Bojonegoro yang besar dan terkenal.
Tahukah kalian, nama Teksas Wonocolo bukan muncul begitu saja. Ternyata, nama itu merupakan singkatan dari “Tekad Selalu Aman dan Sejahtera.” Kreatif banget, bukan? Nama ini diberikan untuk menegaskan tekad masyarakat dan pemerintah desa agar kawasan tersebut tidak hanya menjadi tempat pengeboran minyak tradisional, tetapi juga menjadi wisata yang aman, tertata, dan membawa kesejahteraan bagi masyarakat sekitar. Selain itu, Teksas Wonocolo juga dikenal dengan nama lain, yaitu “Petroleum Geopark,” dan disebut-sebut sebagai wisata migas pertama di Indonesia.
Secara geografis, Teksas Wonocolo terletak di Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro, sekitar 60 km dari pusat kota dan berbatasan dengan Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Karena merupakan wisata migas, pengunjung tidak akan menemukan wahana permainan seperti taman hiburan, melainkan deretan 700 sumur minyak tua (Unesa, 2017). Sumur-sumur ini merupakan peninggalan Belanda yang telah berusia lebih dari satu abad. Proses pengambilan minyaknya pun masih dilakukan secara tradisional menggunakan rig kayu jati, katrol sederhana, mesin mobil bekas, dan drum besi. Hal inilah yang membuat tempat ini istimewa, karena kita bisa melihat langsung proses penambangan minyak bumi dengan cara yang nyaris tak berubah sejak zaman kolonial.
Selain sisi sejarah dan edukasi, panorama alam di sekitar Wonocolo juga sangat menarik. Bukit-bukit hijau yang dihiasi deretan menara rig tradisional menghadirkan pemandangan unik dan fotogenik. Pemerintah daerah bersama masyarakat juga telah mengembangkan berbagai fasilitas, seperti rumah singgah dan jalur edukasi. Jadi, teman-teman, kalian nggak perlu ragu lagi untuk berkunjung ke Teksas Wonocolo!


