Penulis : Hanifa Makaila Fakhiroh (SMPN 1 Padangan)
Data dari UNESCO menyatakan bahwa hanya 0,001% atau 1 dari 1.000 orang Indonesia yang gemar membaca. Setelah ditelusuri, ternyata penyebab utama rendahnya minat baca ini adalah munculnya berbagai perspektif yang menganggap membaca sebagai kegiatan membosankan. Contohnya saja, apakah kamu masih sering mengantuk dan cepat lelah saat membaca? Kalau iya, kamu tidak perlu risau, karena tips dalam artikel ini akan membantumu merasakan bahwa membaca sangatlah menyenangkan.
Menurut ๐๐ข๐ฎ๐ถ๐ด ๐๐ฆ๐ด๐ข๐ณ ๐๐ข๐ฉ๐ข๐ด๐ข ๐๐ฏ๐ฅ๐ฐ๐ฏ๐ฆ๐ด๐ช๐ข (๐๐๐๐), membaca adalah melihat dan memahami isi tulisan, baik dengan melafalkan maupun dalam hati. Seseorang akan merasa dirinya ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ญ๐ถ membaca jika ia memperoleh sesuatu dari apa yang dibaca. Oleh karena itu, kita harus menentukan tujuan sebelum membaca sebuah buku maupun teks daring. Misalnya, kamu ingin membaca berita untuk mencari tahu apa yang sedang viral. Dengan begitu, kita akan terus membaca sampai tujuan itu terpenuhi.
Namun, terkadang banyak dari kita yang masih merasa bosan di tengah-tengah membaca, padahal tujuan belum tercapai. Alhasil, kita jadi bersikap masa bodoh dan melupakan tujuan awal. Maka dari itu, penting untuk memilih topik bacaan yang kita sukai, terutama relevan dengan kondisi kita saat ini. Jika kamu sekarang seorang pelajar, tentu terasa sangat membosankan bila membaca jurnal penelitian, bukan? Boro-boro baca jurnal penelitian, buku pelajaran saja belum tentu dibaca sampai habis.
Selain itu, saat membacaโterutama buku cetakโkita sebaiknya membaca sinopsis atau ulasan tentang buku yang akan dibaca. Siapa tahu, ketertarikan untuk mulai membaca justru bisa muncul dari sana.
Tips selanjutnya adalah membaca sedikit demi sedikit. Anggaplah membaca itu seperti mengudap, yang tidak wajib dihabiskan dalam satu waktu. Hal ini bertujuan agar kamu tetap dapat memahami isi bacaan tanpa merasa tertekan. Kamu juga bisa menceritakan buku yang sudah atau sedang kamu baca kepada orang lain agar kamu dapat merasakan pengalaman membaca yang lebih menyenangkan.
Hal lain yang perlu diperhatikan adalah posisi duduk saat membaca. Tahukah kamu? Duduk tegak adalah posisi paling ideal saat membaca. Berbeda dengan posisi tidur atau tengkurap, posisi duduk tegak membuat kita tidak cepat mengantuk karena mata tidak mudah lelah. Saat membaca, penting untuk memperhatikan jarak antara mata kita ke buku bacaan. Pastikan jaraknya sekitar 30 cm untuk menjaga kesehatan mata.
Itu dia beberapa tips yang bisa dilakukan agar membaca terasa seperti memakan kudapan di sore hari, bukan kegiatan memahami yang terasa mengekang. Mari kita tingkatkan minat baca di negeri ini melalui kegiatan membaca yang menyenangkan.
Sumber:
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023, 3 Januari). ๐๐ข๐ต๐ข ๐ต๐ฆ๐ต๐ข๐ฑ ๐ด๐ฆ๐ฉ๐ข๐ต ๐ด๐ข๐ข๐ต ๐ข๐ด๐บ๐ช๐ฌ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ข๐ค๐ข. Ayosehat Kemenkes. https://ayosehat.kemkes.go.id/mata-tetap-sehat-saat-asyik-membaca
Nukman, E. Y., Kurniasari, A. F., & Nurhidayah, H. (2021). ๐๐ข๐ฉ๐ข๐ด๐ข ๐๐ฏ๐ฅ๐ฐ๐ฏ๐ฆ๐ด๐ช๐ข ๐ถ๐ฏ๐ต๐ถ๐ฌ ๐๐๐/๐๐๐ด ๐๐ฆ๐ญ๐ข๐ด ๐X. Jakarta: Pusat Perbukuan, Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, hlm. 45.


